Langsung ke konten utama

Cari tempat

Saya ada di Bandung, oyeah.. di Bandung, dan ini postingan kedua saya di sini. Gak penting emang. Iya ndak penting. Kebanyakan jalan, capek sendiri, utak atik kamera juga sudah sampe berlumut tuh button nya. Mood nulis juga uda stabil kayak dulu. Hahahaha.... Postingan saya sebelumnya sebenarnya postingan bersama. Berasa jadi kayak anggota DPR yg kudu dengerin aspirasi rakyatnya. Well then, banyak pr yang nanti siap di kerjakan kelar balik ke Malang. Kayak apa pr nya? Selain mandiin kucing, cat genteng, jualan jamu gendong sekalian nerusin les bahasa asing (planet Nomu). Disebelah saya, sepupu ceking saya, Kacrut Carter juga lagi marathon postingan di site nya yang terancam di likuidasi. Kebanyakan begadang buat dia lupa kulitnya (kulit domba), tempat dia besar di dunia maya.

Hei, liburan saya di Jakarta sebelumnya mempertemukan saya dengan beberapa teteman (lagi). Akan saya ceritakan di postingan lain (mengingat bung Perez yang mungkin geli-geli sendiri bacanya). Yah, bukan gada alasan kenapa saya ke Jakarta bulan ini. Yah apalagi kalu bukan beli keperluan acara besar Desember ini (insya Allah). Bukan wisuda saya emang. Bukan syukuran konser saya dengan Opick juga. Ya, abang saya (lagi) yg mau menikah itu loh. Wes ewes, bosan saya tulis lagi perihal pasangan-pasangan lagi. Bukan porsi saya, bapak ibu. Next.... Saya jadi punya keinginan tinggal di luar negeri. Di Papua New Guinea mungkin. Hehehe... yang ndak begitu jauh dari Indonesia. Ndak di tempat yang banyak peliharaan anjingnya. Yang biaya perkapita daerahnya rendah (it means harga cabe bisa menembus harga 1000 IDR se kilo). Bersih, kental budaya tapi seimbang dengan modernisasi, cozy tapi aman buat ibadah juga. Ndak seperti di Belanda yang beritanya sekarang akan dibuatkan undang-undang tentang pajak untuk para muslimah. Gila tuh semua orang. Niatan menjenguk kerabat saya yg ada disana pun harus dipikir berulang kali lagi dengan sahabat saya. Ditunda, sampai batas waktu yang ndak tau kapan baru beli tiket kesana. Maleees... Gila aja kalu sudah sampai tempat migrasi di bandara, musti harus diperiksa, buka jilbab, interograsi aneh-aneh (dari hobi, makanan kesukaan, nomor celana, sampai binatang peliharaan). Bla bla bla... Saya gak bosan di tempat tinggal saya sekarang, tapi saya harus keluar juga pada akhirnya. Saya gak diusir juga (seperti berita berita di kissut-tainment ato gosip seumurannya). Sampai sekarang saya dak bosan pelihara kucing saya, Jacko. Gak bosan langganan koran pagi, gak jenuh makan krengsengan kulit di warung sebelah. Intinya gak bosan dengan rutinitas, termasuk dakwah dengan dita (sebagai peserta).

Tapi...

Kadang saya ingin jadi pekerja lapangan, atau pekerja sosial (ex gabung di UN pada bagian anak-anak ato pemerhati wanita) yang gak duduk seharian di kantor. Saya seorang IT, tapi gak suka berlama-lama di depan komputer. Bukan prioritas saya lagi rupanya. Sebagai media saja pengasah ide kreativitas. Gak lebih..? iya. Semua bisa saya pantau dari hengpong saya yg uda kucel berkarat minta ganti, tapi saya mentah-mentah gak mau ganti. Terlalu sayang kalu tidak dioptimalisasikan sampai rusak parah (naudzubillah). Jadi, pilihan mana yg cocok jadi tempat bersemedi saya selanjutnya?
a. Versi Tanah air
  1. Jogya? Karena sangat familiar tempat dan budaya kalemnya?
  2. Papua? Karena lebih hafal kondisi daerahnya, dan kental dengan memori masa kecil saya?
  3. Surabaya? Jyah.. napa ni kota ikutan sih?
  4. Bukit tinggi? Suka berada disini karena sama dinginnya dengan Malang?
  5. Solo? Dekat dengan kakak ipar saya.
  6. Fak-fak? Karena banyak duriannya.
  7. Makassar? Karena ada pisang ijo nya (???)
b. Versi Asing
  1. Brunei? Karena daerahnya bisa dijabani dalam 1 bulan saja.
  2. Papua New Guinea? Karena dekat dengan Jayapura (*penthunk).
  3. Jepang? Karena pasti banyak CD-DVD karokean BoA.
  4. Kanada? Karena Celine Dion masih ada darah Kanada.
  5. rab Saudi? Karena dekat dengan Baitullah.... :-*

Ya, intinya, Get me out of hereeee.....

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…