Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2009

Film singkat paling laris bulan ini

Judul : "Maaf Bu, saya (pura-pura) ndak tau...."

Based on very true story.... Cerita mantan karyawan gila yang gak tau terima kasih.

Casting : Nora as Mantan karyawan, seorang penggila warna biru berkedok mlm. Ibu Bos as Istrinya bos, tau. Anak bos as anak halal hubungan Bos dan istrinya.
Setting : Sebuah tempat makan maknyus berlambang Jangkrik Halal.
Sutradara : Nora, sutradara gila bawang goreng. Perhatikan beberapa scene dari cerita dibawah. Karena mengalami ke-lebay-an yg hebat.
Supported Hosting by: Blogspot nyepot ngepot.


Alkisah, saat siang datang bersama sengatan matahari yg hampir menembus pelipis depan. Nora yang lelah karena harus menuntun sepeda motornya yg mengalami ban bocor, mengalami lapar berat. Ini karena perihal pengurusan segala sesuatu mengenai masa depan (surat ijin mengemudi becak). Setelah mampir ke salah satu tempat "variasi" rujukan dan bertemu dengan para tetua, Nora akhirnya melanjutkan perjalanannya sendiri (setelah berganti kendaraan). Ntil... Ye…

Bring your own home here

Gada yg gak tau film animasi ini (kalu belum, cari dvd bajakannya). Saya mah, sudah jatuh cinta dari pertama kali nonton beberapa bulan yg lalu. Sampai rela beli dvd bajakannya saking senangnya (ini belum termasuk merchandise balon ma rumah kayu aslinya). Beberapa kali nonton juga gak kerasa bosan, setidaknya gak di tonton dari pagi sampai pagi lagi. Salut deh yg punya ide imajinatif kayak gini (yang pasti bukan kamu lagi, ridho, bosen jg ketik namamu di hampir tiap postingan). Kedekatan saya dengan film ini bukan hanya perasaan suka saja, tapi karena kemiripan karakter Mr.Carl Fredicksen yang sepertinya saya paham betul keberadaannya. Pasti semua pada tau kan, kalo cerita Opa Fredicksen punya cita-cita dengan almarhumah istrinya Ellie, untuk bisa berpetualang ke salah satu air terjun di Amerika Selatan. Berharap bahwa mimpi itu akan terwujud, namun terhalang karena sang istri sudah dulu pergi ke surga. Lalu dengan cerita yg sedikit panjang, mengantarkannya untuk melaksanakan ide gil…

Cari tempat

Saya ada di Bandung, oyeah.. di Bandung, dan ini postingan kedua saya di sini. Gak penting emang. Iya ndak penting. Kebanyakan jalan, capek sendiri, utak atik kamera juga sudah sampe berlumut tuh button nya. Mood nulis juga uda stabil kayak dulu. Hahahaha.... Postingan saya sebelumnya sebenarnya postingan bersama. Berasa jadi kayak anggota DPR yg kudu dengerin aspirasi rakyatnya. Well then, banyak pr yang nanti siap di kerjakan kelar balik ke Malang. Kayak apa pr nya? Selain mandiin kucing, cat genteng, jualan jamu gendong sekalian nerusin les bahasa asing (planet Nomu). Disebelah saya, sepupu ceking saya, Kacrut Carter juga lagi marathon postingan di site nya yang terancam di likuidasi. Kebanyakan begadang buat dia lupa kulitnya (kulit domba), tempat dia besar di dunia maya.

Hei, liburan saya di Jakarta sebelumnya mempertemukan saya dengan beberapa teteman (lagi). Akan saya ceritakan di postingan lain (mengingat bung Perez yang mungkin geli-geli sendiri bacanya). Yah, bukan gada alasa…

A man for a lady like me and you...

"Umurku.... Tinggal di hitung jari."


Itu kenyataan nya. Saya rela berhadapan dengan pernyataan saya sendiri. Entah berapa jari lagi. Saya hendak berkemas agar "pakaian" saya rapi, bawa "sangu" yang banyak, bersihkan "muka" biar segar kelihatan nya. Orang akan banyak menilai blog ini menuju ke arah religi. Hehe.. Biarlah. Begitu adanya sejak postingan pertama, readers. Siapapun kalian, bagaimana pun kalian. Bukan hanya inspirasi yang diharapkan. Tapi jejak kebaikan melalui pengalaman kecil saya. Saya berusaha tidak membenci sesuatu tapi saya tidak suka berbohong pada publik. Well, what i've felt, thought, it's been happening behind my past. Ah, iya, saya rasa masa lalu saya memberi kesan buruk di lain pihak. Ini yang membuat saya jauh trauma dan sedih melihat rapot merah saya pribadi.

Diam-diam, saya jadi penggemar gelap seseorang buat hilangin rasa bersalah saya yg lalu lalu. Sesekali saya mengikuti tingkah laku usia belianya. Tidak detail…

Yang terjadi lalu-lalu

Saya punya pengalaman mengagetkan, sering bahkan dengan kendaraan transportasi. Yeah, benda apapun itu, dari becak sampe Pesawat terbang. Semua punya pengalaman seru, senang, tegang, riang bahkan menggelikan. Terlebih lagi terlalu seringnya pemakaian kendaraan darat. Dan seringnya menjadi pemakai. Baru baru ini misalnya, saya dikejutkan oleh pengendara sepeda motor yg terkejut melihat kendaraan saya dan akhirnya jungkir balik lah dia beserta tunggangannya. Tidak sampai disitu, kendaraan saya diseruduk layaknya banteng melihat kain berwarna merah. Alhasil, kendaraan saya bopeng, cuil, beset ndak karu-karuan malin kundang jadi pindang. Jyaah, padahal kronologi kejadian yang terlalu biasa membuat keadaan selanjutnya berantakan.
Saya jadi ingat saat masih kuliah dulu. Rasa risih seperti banyak cacing menggeliat disko di badan saya. Tapi ndak sampai buat saya ndak masuk kuliah (haram buat saya, kecuali ambil cuti ndak masuk kuliah. Hehehe...). Saya paling sebal kalu harus memarkir kendaraa…