Langsung ke konten utama

Oleh-oleh Lebaran lalu

**Merenungi sejenak tragedi musibah yang menimpa saudara kita yang ada di Sumatra Barat. Semoga Allah melapangkan jalan mereka yang hidup maupun yang telah kekal bersamaNya. Amin ya Rabb....**

Sabtu lalu, pertama kalinya saya berada dalam radius lokal para tetua. Ouwyea... Tentunya yang dibahas adalah masalah serius yang belum pernah terjadi sebelumnya di rana rumah sederhana kami. Abang saya, dengan berani siap meminta anak bapak yang diseberang sana. Itu artinya abang saya akan mencoba peruntungan untuk masuk dalam jenjang 2 insan yang akan disatukan dalam ikatan suci dan dibimbing langsung oleh pihak KUA a.k.a menikah (buset, panjang sangat rinciannya). Well, belum pernah saya posting secara formal abang saya ini, melihat dia bertingkah laku seperti pria 26 tahun pada umumnya (koleksi pokemon, sering main ayunan. hehehe....). Dia, sudah besar sekarang. Abang saya sudah dewasa melebihi umurnya (mungkin umur aslinya 134 tahun. hehehe...). Kelak saya akan punya 2 kakak dan beberapa ponakan dari mereka. Pertemuan antar 2 keluarga memang terlihat menegangkan pada awalnya. Kami, yang datang sekampung (jumlah, red) dengan memakai batik Papua (i always love this part. Finally, i have my own Papua style. Mengingat stempel Papua-Jawa sudah jelas terbaca di jidat) datang untuk meminta langsung persetujuan orang tua calon ipar. Gayung bersambut, rambutan berambut, permintaan langsung di approve oleh keluarga seberang. Alhamdulillah...... >> ini ekspresi bilang kalu akhirnya antrian nikah saya maju selangkah setelah abang. Jyaaah, ayo bang buka terop, panggil pak mantri (sunat??), sebar undangan, pesan ketering, panggil ridho ma soneta group, kita dangdutan.

Dan, akhirnya semenjak itu... hmm... skip bagian pembicaraan. Saya dirujukan sederet mpreet pertanyaan ndak mengenakkan. "Setelah abang, giliran mu, mbak. Kapan dikenalin?", ato "Mbak, sudah punya gandengan? mau dikenalin ma Bang Miin?", paling parah "Apa diduluin ma adek?" >> bikin mood harakiri muncul. Saya beranggapan bahwa menuju pernikahan adalah proses yang panjang. Mengenal seseorang (pria), mendalami karakternya, bersama-sama menikah, punya anak, meninggal. Begitu kira-kira gambaran manusia. Haha...simpel, tapi maaf, mak bapak, saya masih jauh melewati proses keseluruhannya. Saya masih pada taraf mencermati karir dan melakukannya, melakukan dan meneruskannya. Nyokap pernah menarik saya dalam perbincangan ringan tentang masalah pasangan yg belum kunjung saya dapatkan. Well, (tarik napas, buang abab), saya tegas-tegasan menolak halus pendapat ibu saya yg kudu harus mengenalkan seorang pria special ke rumah. Menurutnya, saya harus mulai mendalami karakter seorang pria untuk dijadikan pasangan. Hmm... menurut saya sih, mendalami karakter seseorang itu saya bisa diamati dari pertemanan, ato beberapa kerabat dari intensitas pertemuan. Nyokap terima. Lalu masih juga maksa kudu harus dikenalkan seorang pria. Waah... saya sih niatan mau bayar Justin buat jadi Pasangan imitasi, tapi mungkin akan jadi bumerang sendiri. Saya pun punya impian yang sama seperti nyokap saya, hanya saja, yang saya cari belum kunjung ada. Kriteria pun sudah terpatri sejak dulu, hanya saja, belum ada 1 pria pun yg memenuhi itu. Mengingat juga, sebenarnya tidak baik menuntut ini itu dari orang lain, padahal saya sendiri ndak sesempurna pikiran orang.

Nha... skip banyak skip, nyokap pun akhrinya pasrah dengan keputusan saya. Yah, boleh dum saya lakukan sesuai ridhoNya..?! Niat baik insya Allah ada jalannya, itu kata nenek moyang sampai orang tua sekarang. Yang banyak saya siapkan sekarang adalah banyak banyak makan kacang kedelai biar sehat. Tujuannya? Suka-suka aja. Hehehe... Yawes ah. Bukan santapan saya masalah orang dewasa (hmm... saya kan masih 17 tahun tambah 5).

Ok...caow.

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…