Langsung ke konten utama

Hi there, nice to meet you.

"It was 2 days ago. When friend and i had our line of duty times. It's a sociality chain. And we're doing about socialism. Talking about a word ,social, sometimes we are "acting" as a rich man who live in this whole crowded world. Have much money to give, have a smile to share with and many reasons to describe. It isn't looking for a reputable generous. What i'm feeling 'till i went home is a same form between different line. Me and you. We're same as human being but different in our ways. But... from my deepest pure heart, it's WE. One word to tell you how beautiful, fancier, snazzy we are. So let's start giving..... "
(Notxa, thank you for taking me into your little happines).

Pilu, yang saya rasakan saat saya lihat senyum bahagia di bibir mereka. Apa yang kami bagikan untuk mereka nilainya tak sampai dari 1 porsi makan siang kita. Perjalanan panjang mereka tak sampai dari seperdelapan perjalanan rumpi kita. Pakaian mereka, juga tak lebih dari kain kumuh di dapur kita. Saya selalu merasa miris setiap melihat mereka menengadahkan tangan dibawa saat tangan saya diatas. Miris melihat para tetua yang seharusnya menghabiskan sisa waktu mereka di rumah, namun sampai waktu diujung hari, mereka masih berkeliaran dijalan. Berharap mendapati sesuatu yang memaksa mereka untuk berpikir sebagai bekal menyambung hidup dunia. Saya berusaha memposisikan diri saya pada mereka, agar kelebihan syukur bisa saya amini. Agar saya bisa lebih banyak berbagi, tidak hanya di bulan istimewa ini saja. Tapi di hari-hari berikutnya, saat saya merasa kurang atau lebih.

Sebenarnya ini kegiatan rutin bersama teteman sejak beberapa tahun belakangan. Menyiapkan modal, belanja keperluan logistik, sampai mengepak semua kebutuhan jadi satu bagian utuh.Setelah itu, dibagikan pada tiap orang yang dibutuhkan. Tiap orang yang memprihatinkan, tiap orang yang bekerja dengan upah yang minim, tiap orang dengan keahlian meminta. Apa saja.. Sedikit dari rejeki kita yang bisa membantu mereka walo cukup untuk 1 malam saja. Andai.. (selalu muncul kata itu di benak saya). Andai saja, saya beras itu lebih. Andai saja, minyaknya bisa dibeli lebih banyak. Andai saja, uangnya masih tersisa. Huff, keterbatasan itu. Memacu saya untuk bisa menabung lagi untuk hari-hari berikutnya. Setidaknya sebagai bentuk cinta pada manusia. Bentuk syukur saya pada sang Maha Khalik. Rasa sayang saya pada investasi akhirat nanti.


Indah rupanya, lebih indah dari kegiatan memotret saya. Lebih mengenyangkan dari perjalanan kuliner saya. Well.. biarkan saya sedikit terharu karena Ramadhan akan berakhir.




wassalam,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…