Langsung ke konten utama

Pesan Tempat di Surga

Horor bukan? Saya harap iya. Nulisnya aja uda merinding. Well.. cuba saya pikir lagi apa yang saya tulis barusan. Judulnya, bukan alinea pertama. Saya agak parno dengan kemattian beberapa akhir belakangan. Hari-bulan-tahun. Saya sempat berpikir bahwa kematian jauh dari remaja muda seperti saya. Masih panjang jalan menuju alam barsyah. Malaikat pencabut nyawa juga ogah deket-deket saya karena bau dosa uda kecium dari 10 mil. Namun, pandangan saya berbeda saat saya beberapa kali menyambangi teman-teman yang sedang kesusahan. Atau mengikuti pemakaman beberapa kerabat. Saya selalu menempatkan diri pada posisi mereka. Saya mengawali perasaan saya dengan biasa saja. Dari mengucapkan salam saat ke kuburan (bukan band), mendekati kerabat dengan seabrek bela sungkawa. Tapi tidak pada saat sang jenazah yang dimasukkan ke liang lahat. Hmm...mengerikan kedengarannya, tapi saya HARUS membiasakan diri untuk bisa siap dalam posisi ini (entah dalam posisi yang ditinggalkan ato pun yang meninggalkan). Semua berjalan biasa, sampai sang mudin mentakbirkan adzan. Merinding semua bulu roma ku. Tarik maang... Dan lebih parah lagi, saat dibacakan warning pertanyaan-pertanyaan menyayat hati (duh ilee), bayangkan saja sudah keringetan, apalagi kejadian beneran, "Hei Nora, siapakah Tuhanmu?". Duuh Gusti. Ampuun deh. Gak jamin bisa jawab pertanyaan para malaikat.

Lepas dari itu (takut juga nulis banyak-banyak, takut azabnya gede). Saya sudah niatan getol-getolnya cari amal yang banyak buat bekal nanti. Apa aja caranya. Biar dapat tiket masuk ke Surga. Siapa cuba yang gak mau. Tapi gak mau juga nyantai-nyantai kangkung gak jelas. Kudu mempeng. Kudu fokus, serius. Urusan dunia-akhirat seimbang berat sebelah ---> hmm..ya seimbang lah. Berat mungkin di akhiratnya. Dibilang kealiman? ah..munak banget kalu gak ada yang kejar-kejaran ngumpulin pahala. Lakuin hal yang kecil yang insya Allah imbalannya gede. Lima kewajiban yang diusahakan untuk gak ditinggalkan. Well, readers, saya ndak bikin semu ajadi mungkin, tapi lakukanlah sedini mungkin untuk kehidupan akhiratmu. Tuhan akan mengingamu, jika kau mengingatNya. Itu janji Tuhan di Al-Quran Nya. Kita semua punya pengalaman spiritual yang berbeda-beda. Tapi Tuhan selalu kasih kita tujuan yang sama. MengingatNya. Saya selalu berusaha bersyukur dari sejak bangun hingga tidur di malam hari. Saya berusaha mengingatNya saat sedih atau bahagia. Saya selalu mengkiblatkan kematian-kiamat-neraka sebagai acuan untuk berbuat baik. Sungguh, sodara-sodara, saya takut. Saya takut kematian yang buruk terjadi pada saya, orang tua, keluarga, sahabat, dan anda-anda sekalian. Maka hidup kita juga tidak dalam acakan dadu. Kita punya daftar kehidupan masing-masing dalam biografi Nya. Saya ingin berlari pada Nya agar Tuhan berlari pada saya. Ini juga yang saya khawatirkan. Saat hari kebangkitan setelah kiamat, saya takut dikumpulkan dalam orang-orang yang buruk rupanya karena tipisnya amal kebaikannya. Saya takut tidak bisa berjalan dibelakang Rasulullah. Saya takut setengah mati. Itulah akhirnya saya sekarang berusaha mengenal orang paling mulia di dunia ini. Membaca biografinya, mengenalnya lebih jauh, merasakan kedekatan saat saya ada di mesjid Nabawi dan makamnya. Saya memupuk perasaan cinta agar saya dicintainya pula.

Hmm... saya semakin takut. Saya ingin ketemu setan, hajar-tonjok-rajam-cubit mereka supaya ndak dekat-dekat manusia biar bikin dosa. Memuakkan. Jyaah...saya jadi merasa kematian saya dekat. Sangat dekat sampai saya bisa merasakan cambuk malaikat (astagfirullah, saya membayangkan malaikat pencabut nyawa menyeramkan tanpa senyum, lebay pula argumen-nya). Saya sering bermimpi ada di tengah manusia-manusia berbaju putih yang sama sekali tidak saya kenal. Saya bingung tempat apa itu. Tapi saya selalu mengamini bahwa tempat itu surga. Hihihi...boleh duonk? Mudah-mudahan kita semua dalam lindungan-Nya. Jangan mencariNya saat sedang kesusahan, agar dia menggingatmu kembali. Saya ingin berbagi, telaah saja dengan bijak. Mungkin bisa jadi acuan untuk beramal. Agar bisa dapat tempat di surga. Eh, bisa saja kita bertetangga disana (amin insya Allah). Pesan lah secepatnya tempat di surga, walopun surga sangat luas. Hubungi 42443 (isya-subuh-duhur-ashar-magrib) all operator. Juga 165 sebagai pedoman hidup.Dan dapatkan sensasi keuntungannya. Selamat berlomba.....

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…