Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2009

So much in 사랑.....sebelum rehab

I'm falling in love. Ouw yeaaah.... Sudah lama saya tidak jatuh cinta. Terakhir dengan mas-mas pengantar susu kedelai yang lewat pagi-pagi di depan rumah. Rasanya? Ndak kayak dulu lagi. Ngarep di telponin, sms-in, ngeBuzz, nunggu tukang pos buat anterin surat. Noo.... ini lebih seksi. Lebih macho, feminin, berilustrasi. Saya rasa gejolak hati yang dag-dig-dug ser kumat lagi. Eheem, bukan sentuhannya, tapi kehidupannya yang ndak jelimet. Pola pikirnya yang beralur, perawakannya yang menarik. Tapi anehnya, saya tidak berniat membuat semua pria patah hati, tapi...y gitu deh. Hahahaha...ok, Meet ME as my lover. Oukei, saya. Iya saya. Saya sedang jatuh cinta pada diri saya sendiri. Entah kenapa saya suka diri saya sendiri beberapa bulan kebelakang sampai sekarang, saat saya menulis postingan narsis ini. Tidak ada yang aneh kan? (Yang lengannya banyak selulit bisa maju kedepan). Saya selalu suka tingkah pola gaya hidup saya yang terbuka. Tuhan mungkin tertawa waktu nulis sejarah hidup …

Menunggu-nya kita

Saya suka menunggu. Walo kebanyakan orang menunggu itu bikin capek hati, capek fisik, capek duit. Bener...semua saya telan mentah-mentah. Tapi sebelumnya, saya bentuk-kunyah-lepeh-kunyah lagi sampai akhirnya tertelan. Menarik? Nggak juga. Tapi saya selalu mau jadi kreatif versi saya dalam situasi apapun. Seperti 3 dari beberapa hari lalu, saya seperti tidak menunggu keperluan, tapi bersenang-senang. Awalnya, saya mengantar abang semata wayang saya balik ke rana Papua di Bandara, Surabaya (bukan pangkal ojek seperti yang ditudingkan selama ini). Saya awali hari itu dengan bangun pagi..hmm...bangun tengah pagi, dan berangkat pukul 3 pagi ditemani 2 sodara sepupu-sedengkul, dengan bekal sikat gigi dan permen sariawan. Sampai di Surabaya yang masih sepi, mlongo-ngupil >> Lapo yo disini? fyi, Surabaya tempat buang penat (karena saya tinggal di desa) buang stres (baca saja Inul Vizta) saya. Ngeeek... iya ember, ndak seperti orang-orang yang suka ke pantai-gunung buat refreshing, sesek…

Pesan Tempat di Surga

Horor bukan? Saya harap iya. Nulisnya aja uda merinding. Well.. cuba saya pikir lagi apa yang saya tulis barusan. Judulnya, bukan alinea pertama. Saya agak parno dengan kemattian beberapa akhir belakangan. Hari-bulan-tahun. Saya sempat berpikir bahwa kematian jauh dari remaja muda seperti saya. Masih panjang jalan menuju alam barsyah. Malaikat pencabut nyawa juga ogah deket-deket saya karena bau dosa uda kecium dari 10 mil. Namun, pandangan saya berbeda saat saya beberapa kali menyambangi teman-teman yang sedang kesusahan. Atau mengikuti pemakaman beberapa kerabat. Saya selalu menempatkan diri pada posisi mereka. Saya mengawali perasaan saya dengan biasa saja. Dari mengucapkan salam saat ke kuburan (bukan band), mendekati kerabat dengan seabrek bela sungkawa. Tapi tidak pada saat sang jenazah yang dimasukkan ke liang lahat. Hmm...mengerikan kedengarannya, tapi saya HARUS membiasakan diri untuk bisa siap dalam posisi ini (entah dalam posisi yang ditinggalkan ato pun yang meninggalkan)…

Balada Bahasa Cinta

Seorang pria, tinggi besar dengan perut yang jauh dr sixpack , matang, dewasa, hidup berkecukupan. wow... sapa yang gak mau disunting pria semacho ini, ladies (nunjuk bang roid ma mizz perez) ?? Tipikal idaman wanita yang mendambakan pria berkelakar manja tapi kekar. Ambisius tapi misterius. Ugh... i do like this man. Saya kenal dia, dia pun mengenal saya lebih baik dr yang saya bayangkan. Sayang, cinta nya sebatas hubungan spesial-bukan cinta cintaan 2 insan. Ibu saya lebih dulu dinikahinya .Okei.. itu bapak saya. Cerita ini juga gak jauh-jauh tentangnya. Tapi juga kebiasaan saya yang berlebihan mengenai ungkapan cinta. Well, saya sebenarnya terkadang ekspresif, tapi tidak pada tempatnya. Ndak wajar pula. Pun terlalu kaku untuk wanita seusia saya (baca : 17 tahun lebih 2 jam).Kebiasaan yang saya maksud, perihal pesan singkat lewat henpon yang bahasanya awut-awut an. Ini berimbas kesimpulan si pembaca dan pendalaman karakter. Contoh, kalu sedang marah terkadang bahasanya singkat, tapi…

Senangnya...

Saya bahagia. saya senang. Beberapa hari ini tak ada yang aneh dalam kehidupan gadis berkalung bawang ini. Hanya mulut bau bawang. Pasca direpotkan bejubel jadwal pernikahan sodara besok (August 6, 2009), saya bisa refreshing sebentar ke laut(aje) bersama para teteman. A place called Kondang Merak Beach. Letaknya dekat dengan Pantai Balekambang. Kondisi jalan, 60% baik, sisanya masih dalam perbaikan (baca : gronjalan-kubangan-sengatan bau kotoran sapi). Well, banyak pengorbanan untuk bisa sampai kesana. Jatuh bangun rupanya. Saya sudah lama tak berkendara jauh dengan kendaraan bebek ini. Terakhir kali perjalanan ke Singaraja dari Denpasar 4 tahun yang lalu. Fiiuh, kebut sana-sini, nanjak atas turun bawah, dipepet sesama pengguna jalan. Argh...stres berlebih. Mending saya menyetir Malang-Yogyakarta seperti biasanya tanpa pengganti. Sampai disana, seperti harapan nona menawan ini, suguhan kami adalah hamparan luas pantai privasi yang indah, dan bersih. Cukuplah buat semedi ato yoga di t…