Langsung ke konten utama

Tadi Malam saya ada di Papua

Saya akan beranjak tidur tadi malam, tapi keadaan membawa saya jauh ke memori masa kecil saya. Yaa, saya tiba-tiba ingat kembali masa lalu saya saat berada di Papua. Rindu rupanya. Saya rindu keluarga saya seketika. Bukan hal yang aneh. Saya merindukan mereka setiap hari. Papua, sering saya tulis, saya banggakan. Karena saya tumbuh besar dengan lingkungannya. Bosan membaca cerita tentang Papua? Saya tidak melarang anda sekarang membuka site yang lain sekarang juga. Mematikan komputer bila perlu.

Jarang sekali saya ingat tingkah laku saya waktu kecil. Yang terekam jelas saat itu adalah, saya rindu memakan buah matoa bersama sodara-sodara saya, lalu melempar kulitnya sampai akhirnya ibu saya marah. Atau merengek pada ayah untuk pergi kekota untuk beli baju ato sekedar snack ringan yang padahal bisa didapati di warung sebelah. Atau saat pertama kali saya pergi sekolah, tangan saya dipegang erat oleh ayah, diantarkannya saya sampai ke depan kelas, sambil mengusap rambut keriting saya yang dikepang 2 oleh ibu waktu dirumah . Dan saya bisa lihat senyum ayah ibu di gerbang sekolah, saat anaknya (baca : saya) dipanggil sebagai juara sekolah, berdiri di depan semua murid sekolah dan mengacungkan jempol tanda bangganya punya anak sang juara. Saya rindu pertengkaran antar sodara yang berakhir dengan saling merengut, tak menyapa, cuek bebek.

Terpisah beribu-ribu kilometer tidak membuat saya kecewa. Tapi kedekatan kami lebih dekat dari yang saya bayangkan sendiri. Saya tidak suka melampiaskannya dengan berurai air mata. Hehe... Tapi menyibukkan diri di kamar mereka masing-masing. Duduk sebentar, buka lemari, atau melihat foto saat kami masih bayi. Hmm.. Bersyukur. Saya bisa dapatkan kembali memori kecil saya tadi malam. Saat saya bisa "balik" ke Papua (lagi).


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…