Langsung ke konten utama

Medical Record (postingan sehat)

"Ya, ini kampung saya, dan sangat bangga karenanya".

Itu proklamasi saya setelah baca doa tidur. Saya baca berulang-ulang sampai tertidur. Ini terjadi, setelah hampir lebih dari 10 tahun saya tinggal di perkampungan elit dan tidak pernah bangga dengan lingkungan sendiri. Ironis, mungkin beberapa diantara anda sekalian pernah mengalaminya. Bangga di ktp saya tertulis rt-03, rw-10 kel. Sukamaju kec. Ndak-Mau-Mundur, anggap saja begitu. Bukan karena prestasi pengedar barang terlarang, ato perkumpulan mafia. Bukan.. sekali lagi, tolong di cermati. Tidak ada pengedar barang terlarang (makanan tak berstempel halal versi MUI) ato perkumpulan mafia (mas2 fikiran alot) di kampung saya. Bangga karena letaknya masih radius 100m dari sekolah dasar finalis UKS. Bagimana bisa bangga? Apa tiap bulan pengobatan panu gratis? Pembagian susu kedelai tiap jumat? Ada undian gratis dinner bareng dokter muda? Khayal semua. Tidak ada dalam kamus ke-UKS-an hal2 tersebut diatas. 

Rasa patriotisme ini muncul 1 minggu yang lalu saat kegiatan kerja bakti bersama. Sepanjang jalan penuh dengan pot bunga, pengecatan di sepanjang kolong-air-panjang a.k.a got, dan pembuatan Toga (tanaman obat keluarga). Indah, tho? iye lah. Tapi jangan berpikiran ini bentuk upacara selamat datang Manohara ke Indonesia, apalagi ke kampung kita. Nehi. Manohara mungkin gak tau kota Malang itu ada di Negara Indonesia(ato mungkin saya yg terlalu berlebihan). Tapi ini karena kampung kita salah satu finalis kebersihan tingkat Nasional (kurang jelas? Perhatikan bibir saya N-A-S-I-B-E-B-E-K. aih..Nasional lah). Ya, awalnya saya juga mau muntah, improvisasi rasa ketidakpercayaan yang terlalu lebay benar-benar buat badan saya gemetar, panas dingin, kejang. Ah..mungkin epilespi, batin saya. Tapi ternyata tidak. Merinding rasanya jika lingkungan, bahkan rumah kita nantinya disorot kamera. Saya harap saat penjurian nanti saya berdiri di balkon atas dengan pakaian pengantin yang "buntut"nya panjang dengan memegang bunga dan endingnya bunga itu dilempar kearah juri, dan yang beruntung menangkap akan menikah setelahnya. Yaiiik... ngayal. Tapi yang paling parah, mungkin semua  peliharaan bakal pasang aksi pada nantinya. Burung nuri dengan konde di atas kepala dan bawah paruh, sepatu boot yang mungkin dipakai kucing jantan saya sambil membawa fencing weapon ala anggar. Yang gak boleh dilewatkan, kura-kura santun memakai kostum semut merah. Jyaaah, otak saya kok makin aneh. 

Balik lagi ke frase awal. Saya (akhirnya) bangga tinggal di kampung saya karena dekat dengan finalis UKS tingkat Nasional. Sebenarnya, acara ini gak tau mulai kapan diadain. Saya sendiri ndak tau pasti inti dari kerja bakti (yang penting bersih kayaknya) itu sendiri. Menurut sumber yang terpercaya, mbah Mus sang binaragawan itu, dan nyokap bahwa lomba ini sebenarnya lomba UKS dimana penilaiannya meliputi UKS dan sekolah itu sendiri, serta merta lingkungan masyarakat yang beradius 100m dari UKS tersebut. Dan bisa dipastikan, rumah saya ikut katut dalam lomba khidmat ini. Terharu rasanya. Setidaknya, ada yang bisa diceritakan pada anak cucu saya nanti. Saat mereka sudah besar. Gak perlu malu lagi sebut alamat rumah pada akhirnya. "Yah, kami tinggal di LA(Laksda Adi), the next Edinburgh".  Keren kan?

Gak jauh-jauh dari kegiatan UKS, sebentar lagi saya menanggalkan status pasien saya menjadi dokter kandungan. Bidan sepertinya. Gak ada kaitannya dengan perlombaan diatas, tapi kegiatan mulia menolong makhluk hidup lain kedunia merupakan hal heroic yang pantas dibanggakan. Sejujurnya, kucing betina saya, nyonya Cimot binti dJokoh sudah terlihat panik menghadapi persalinan ketiganya. Persiapan mulai yoga, menjadi semi vegetarian, dan terapi air putih sudah dijalankan. Ini juga bukan kali pertama saya membatu mem-mbrojol-kan anak kucing. Di episode kehidupan sebelumnya, Cinta, kucing sintal terdahulu, juga pernah merasakan bantuan dukun anak (baca : saya) ini untuk proses kelahiran anaknya, salah satunya Nyonya cimot ini. Dan sekarang, saya sudah pernah menolong persalinan 1 dan kedua sang biduan kucing ini. Yang saya rasakan? Saya pahlawan. Indikasinya saya jadi santun pada ibu kucing manapun yang saya temui. Dan sering menuturi kucing saya yang lain, "Heh, busuk, jangan kurang ajar ma orang tua". Ironi memang, tapi lebih aneh jika saya cerita kejanggalan kucing-kucing yang pernah saya rawat dirumah.
  • Cinta, si betina bermuka kera saat kecil.
  • Gaya duduknya ala model Luna Maya dan sebangsanya.
  • Berkaki pendek dengan perut bergelandhul kesana kemari.
  • Cimot, anak cinta, suka makan rumput. She's semivegetarian.
  • Muka babyface-nya menutupi umurnya yang sudah tua.
  • Cimot juga melakukan inses dengan abangnya sendiri, Bangcep.
  • Bule, anak inses, diusia yg sudah tua masih minta asi ma emaknya.
  • Saya, majikan gila yang sering curhat ma kucingnya.
  • Saya (lagi), lebih mirip orang stres, menyuruh kucing asing ke balkon atas.
Pernyataan dua terakhir tidak perlu dikategorikan sebagai kucing. Dan yah, mohon doa, agar persalinan ini lancar dengan anak yg sehat, dan bisa jadi kebanggaan negara kelak. Mudah2an tak ada lagi kucing bermata satu yang sempat gempar satu rumah. Ugh, menjijikkan. Dan hal-hal jelek lainnya yang bisa memutuskan hubungan tali silaturahmi antara manusia dan mahkluk lain ciptaan-Nya. Tetap semangat dan, jangan lupa bersihkan kamar mandi seminggu sekali.




Salam Sehat UKS,

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…