Langsung ke konten utama

Lika Serba Liku Serbi

Tumben-tumbennya, hari ini, karena masalah teknis seorang ibu yang "menghindar" dari pengajian, maka seluruh isi rumah (maksud : orang) tanpa peliharaan mengungsi sementara. Alasannya gak ngerti. Yang jelas, nyokap wanti2 untuk segera "hilang" dari peredaran kampung selama 18 jam ini. Entah mau lebih, pokoknya gak boleh kurang. Aneh emang, q pikir takut didatangi fans sebejibun yang mau minta cap jempol. Jyaah, lupakan. Pastinya, sekarang masih teronggok manis di KBU 42 di salah satu warnet. Niat menghabiskan masa tenggang. Want u to nou ya, dimeja sudah selonjoran milo kaleng-veetos rasa keju-sugus orange segebok. Haks. Itadakimasu..Duduk manis di warnet segede lapangan upacara sekolah yang didepannya banyak rak-rak makanan yang siap dimakan. Well, mari ngenjoy lah.

Kemarin, selasa kayaknya, iya bukan? Mungkin hari paling aneh dalam minggu ini. Rupanya. Seeorang teman yang gak disangka-sangka ngajak ketemuan buat promosi perusahaan. Sebut saja Jito (nama sebenarnya, blue), seorang pria anggun yang berani banget nawarin diri jadi Marketing di kantor index ternama yang sengaja selingkuh sama dunia ekonomi, yang bukan bidangnya. wee..informatika sudah lama dikencaninya. Banting setir kayak gini kayaknya uda bayak terjadi dikalangan sarjana jaman sekarang. Tapi readers, dia belum sarjana, sama seperti saya. Percayalah, kami salah dua orang yg beruntung punya pekerjaan sebelum bawa ijazah. Well, bukan pekerjaan yang aneh. Tapi beberapa "adegan" yang bikin geleng2. Mulai dari mana? Hmm.. Fleksibelnya, seorang pria yang baru bekerja akan berpakaian ala orang kantor. Kemeja, dasi, sepatu pantofel kulit kura2. Yaa..itu gambaran jito waktu kita ketemuan. Kemeja oke, sepatu oke... Dasi pink ngejrenk??? saya ulangi untuk seluruh calon penghuni surga. Dasi merah muda yang benderang di mata dan menyebabkan dunia jadi suram? yaaa, Dislike thing-lah pokoknya. Oke. Itu poin pertama, selanjutnya yang ada dalam pikiran anda adalah, pembicaraan yang akan kami lakukan, calon klien dan marketer, adalah terlibat dalam pembicaraan serius tingkat ekonomi makro ato mikro yang biasanya dilakukan diruangannya, lobi kantor, ruang rapat, diluar(ditempat makan selagi makan siang. Tapi bukan tempat karokean), ato manapun yang kedengarannya eksekutif banget. Dan yang kita lakuin kemarin mendongkrak ritual para eksekutif yang selama ini bikin kalian berasa wah. Bersyukurlah kalian yang punya gaya marketing seperti itu, karena jito memilih tempat yang mungkin gak terpikirkan oleh sebagian marketer, yang dibayangkan pun juga gak mungkin, tempat itu adalah MESJID. yaudah, yang ketawa, tutup aja blog aye, langsung ke toilet, muntah sana. Puas lu semua... teng kiu buat yang langsung istighfar, karena mungkin tempat ini paling adem diantara tempat yang lain buat bersilahturami. Paling diberkati mungkin, batin Jito. Paling gak, apa yang dia omongin sama sekali gak bisa dicerna ma ni otak. Hahaha...gak kok jit. I'll do my best to help your side job (selain jadi pemain opera, lucu banget siii kamu).

Setelah seleai bercengkrama liat ndagelnya si Jito(pria-beralis-lentik-yang-bikin-wanita-iri), dunia masih buram rupanya. Sampai di rumah, nyokap ngajak buat iring2an lamaran ala jawa (pake dokar keliling kota. haha..ya gak lah, emang mak aye kusir). Manggut2 aja tanda setuju. Tapi buju buneng, ni seserahan gada warna lain selain pink, merah muda, merah kemudaan. God must hate me.. Mengapa menciptakan warna dengan begitu menyilaukan? Kenapa gak merah? Kuning, at least abu2 bakal keren banget buat lamaran (dan mungkin langsung ditolak mentah2 lamarannya, emang kabaret?). Sialnya, semua orang pada nyodor2in tuh seserahan. Biar mata aye tambah min-nya kali. Dari baju, mukena, alat mandi, sprei, sampai pasukan dalam yang juga (astagfirullah) warna P*** thok. Kata nyokap sih, kalu nanti anak perempuannya dilamar (maksud : aye), bakal meriah dengan pink. Wooot...? mending pake kacamata item biar gak keliatan. Big no no mama... apa jawabnya nyokap? "I'm just care about my daughter." Aaaah, klise mam, uda banyak yang pake kata gituan di sinetron. Terakhir dipake ama sinetron Nikita. Proses lamaran pun juga berjalan....cepat. Yah, gak sampai 1 jam, kita, para rombongan pria dengan nafsunya cari cemilan ma makanan. "Mana donatnya?", "minta pastel 5", "Eh, kue cucur dum?", "Bungkus ye, buat siskamling ntar malam". What's on your brain, people...?.
Dan yippi hura, peminangan selesai dilaksanakan dengan penutup doa, "Aku kapan ya Allah?". Hehehe....hamdallah dum jey.

Lalu hari ini, setelah banyaknya rutinitas pulang pergi surabaya-malang yang melelahkan, dan postingan pamit rehab 1 minggu kedepan sebelum posting lagi, insya Allah. Sekarang yang ada dalam pikiran ini adalah, Bagaimana cara menghabiskan beberapa jam kedepan dari pelarian pengajian ibu2 berkonde kelabang?



Yaik, asal bukan Pink....



Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…