Langsung ke konten utama

Ke-Orang tua-an

Bukan tanpa alasan, tadi malam saya benar-benar ketakutan. Bukan karena ditinggal sendiri terus didatangin kuntilanak. Bukan juga disatronin maling sambil diajak ditempat karokean. Ini perihal karena tadi malam, saya takut bakal jadi orang tua. Ya, orang tua = Sepasang pria dan wanita yang disatukan dalam ikatan rumah tangga lalu berbuah proses keintiman dan hasilnya keluar dengan sebutan anak. Is it bad? Setidaknya iya untuk tadi malam. Ini sih akibat suatu masalah yang bukan dr keluarga inti yang sedang bingung gimana caranya lamar anak (baca : abang saya). Tapi dari sodara sebelah yang lagi geger perihal anak lanangnya yang susahnya diomongin, dinasehatin. Gak tau pasti perihal masalahnya. Tapi sesuai prediksi, ini cuma masalah gak mau ngalah, salah sangka, komunikasi dan hal lain yang harusnya dilakuin secara wajar dan bijak. Yaik, gak bisa bayangkan gimana nasib saya kalu nanti punya anak. aaargh, bikin semua bisa jadi trauma. Tapi toh, ngapain mikirin anak, calon muhrim aja belum ada. Hahaha.. Betul bung jamal, berandai andai saja gak. I don't think have a child can make my life so cruel. Being parents doesn't mean we should take all of our fierce,  tender, and keep under parentaly. More than words and meaning. Saya juga gak tahu pasti apa intrik dan lika likunya. Yang sekarang dijalanani masih dengan taraf anak-minta-ini-itu-seenak-udel. Ato manusia ecek-ecek yang minta dimengerti tanpa harus dituntut, minta kebebasan tapi gak bertanggung jawab (baca : diri sendiri) tapi susah dikasih masukan. (Duh), gambaran anak yang kebanyakan pingin nikah dibawah tangan. Hahaha...

But is true. Saya takut jadi orang tua, (bukan takut tua), takut disakiti ma anaknya kelak. Takut dimintai duit (gaya orang takut kere), ..... dan takut-takut yang lain. Dan tahu ini dosa. Bego banget kalu takut sebegitunya terus akhir-akhirnya takut nikah. Padahal menurut fakta, banyak pria antri diluar rumah, berlutut (karena capek main futsal) pegang kertas lamaran(tagihan). Jyaaah.. Ada lagi takut-takut yang lain selain punya anak. Takut setelah menikah, disekap dikamar, gak bisa ketemu orang tua, pura-pura bahagia didepan publik kalu pernikahan bahagia. aaah, itu yang jadi ketakutan lain kalo-kalo dipinang putra kerajaan Zimbabwe. Takut cerita cinta sepilu manohara (karena kita punya kesamaan nama, manora. Napa? berasa maksa?) sama persis dengan saya. Yang sepertinya jauh dari kata happy ending. No, i would not take my virginity with sumone who can treat me bad. Big no no. Even Justin actually. Apalagi kamu, ridho. Camkan itu !!. Anyway, selamat datang di Indonesia, manohara. Gak ada lagi, "Kembalikan manohara kami" kepada orang-orang malaysia, termasuk Asraf. Hope u will get another heppiness in Indonesia. Disini, di bumi pertiwi, dengan banyak pria-pria eksotik yang bisa kau pilih. Medan, Solo, Bali, Batam, Manado, bahkan Papua. Ihiiii...

Okei, setelah balik lagi dr ketakutan menjadi orang tua. Sekarang optimistis itu lahir sebagai new period (not yuniorat) dalam masa keremajaan. Dalam hal apa? Hmm, dalam hal penggemukan badan menyongsong kegiatan backpack rutin yang akan digelar pada hari dan jam yang tak ditentukan (jyaaah...). I love this activity. Otak ini rasanya penuh dengan jadwal noge bergelambir yang luntang luntung gak jelas. Sekalipun gak jelas, tapi setiap perjalanan membawa misi mulia. "Membahagiakan hati dan pikiran". Bringing a reward(pahala), huh?
Oh, Papua jadi sasaran empuk perjalanan berikutnya. Gak bakal kurang (insya Allah) kayaknya disana. Iya lah, bokap ma abang juga disana. Berasa kayak orang hilang rumah. Dasar cari enak aja. (Gimana lagi?).

Well done.. i love u mom, dad. Love u both (cuma itu yang bisa).
Love u too fans. Jangan takut, takut itu gak seberapa menakutkan.
Tapi emang muka elu yang nakutin.
Oke...


Salam sukun goreng,


Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…