Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2008

www.seneng dong.com

Woooo.....

Setelah terpuruk dengan sekaratnya notebook kesayangan, teredalah sudah rasa sakit itu dengan kegiatan "bejalan gatal", istilah lain berkeliling kota sambil berjemur di pasar tradisional menggosok punggung karena berasa gatal dan berbecak merah gigitan belalang. Dan....eng ing eng. Berburu Makanan...zazazaza.


Taraaaa..... Jogja here i come.

Tetet tung ting tang kluk kluk dang dang...(Bunyi terompet, taburan confetti, cipratan soda cola, tarian ular)


Tertawa bahagia sembari pamer gigi lubang 6 cm. "Ah...." batin ku lirih. Menampik gossip miring tentang sering beredarnya saya mengakibatkan kurangnya perhatian ke sesama teteman. Wujeed (expresi lain dari jiembler)....!!! Tidak pernah punya pikiran meninggalkan kalian, anak2 ku. Ibu hanya ingin senang. Ibu hanya ingin berkarya.
Aaaaah,, balik membawa cita dan cinta, wanita ini bertekad menyongsong masa depan.

Oke then.. Dalam hal ini, tak ada oleh2 untuk kalian semua. Ini masalah pribadi, kesenangan semata. Jad…

Batuk gheTo.... (kyk Gaul ajah)

Ugh.....
Uhuk.
Uhuk.
Gilaaaak, batuk gak berhenti. Ouw,readers. Bantu wanita cantik ini !! (Memelas, wajah pucat, tubuh lunglai, lidah memanjang, gigi menguning). Hampir seminggu penyakit ini nongkrong bareng kanca teman. Kenalkan, batuk nista bentukan bakteri cing cang keling mlinting dan virus keriting cacing pink nangkring di poskamling. Yaikz... Benci.
Dua obat andalan rekomendasi tak sanggup menggelitik penyakit ini di bawa keluar. Dukun ompong sudah dikerahkan buat usir setan batuk.
Hasilnya? NIHIL.. Semua tetap bikin hidup wanita ini sengsara. Uuugh..menderitanya jadi saya.
Wes wes...berhenti menulis. Kesel, sebel, nyesel, kucel, kumel, aargeeel.....

Diam di rumah

Rencana BATAL...
ugh....why ??
Mengapa ini terjadi ...? (meringkuk lemas tak berdaya disebelah makam mbah Tole.)
Akhirnya, rencana nonton pilem buyar begitu sajah.
Sapa yg nangka (maksud : nyangka), box office yg ditunggu di tunda (agar lebih sopan)
untuk sementara.
Sebenarnya simpel sih, tinggal download ilegal, putar dah di kompi (maksud : komputer).
Tapi..

Tapi..

Tapi..

Yang ini beda, bayangkan kalu readers nonton pilem box opis kesayangan di ruangan berpetak 100 x 100 m dengan tinggi bangunan 35 m diatas permukaan tanah yang ditata rapi ama kursi sofa merk Gayung Perkasa nan empuk dengan kapasitas 200 orang yang kerap dikenal orang dengan nama Bioskop (hahahaha..puas). Pletaaak.... (sepatu darma wanita tertuju pada saya).
Lha, mau bagimana lagi, di kota "Ndeso beranjak kutho" ku ini gada bioskop bertaraf internasional yang dianjurkan oleh dokter gigi sedunia ini. Makanya, mudik dulu ke rana metropolis ngemis tiket bioskop kesayangan. Ini gak hanya masalah belanja mata, tapi kenyama…

Uneg

"Capeeek..." cuma dibatin ajah. Seandainya bisa bilang sama narasumber kalu wawancara di berhentikan secara sepihak. Gimana gak? Readers sayang, sapa ajah pasti kesel bukan main kalau lawan bicara punya obrolan panjang gak ketolongan.
ck ck ck,, Awal ceritanya saya dan crew yang mau wawancara di salah satu wisata di Kota dingin yg nista ini. Setelah harus di jajakan pada beberapa manager divisi, tempat terakhir adalah pada tempat industri. Setelah basa basi main kan mata dengan sang narasumber, kami dipaksa menyimak "curhatannya". Demi atasan tercinta, berita ini untuk anda.

10 menit kemudian...... wiiii, suwii suwii

17 menit berlalu.... aduuh pak

menjadi 20 menit.... astagfirullah

terus bertahan 24 menit....ya Allah

berjalan 26 manit ..... beri tanda crew dengan batuk sexi

Narasumber : "ya, pokoknya produk kami menengah keatas dengan.."
Wartawan : "iya pak, bagaimana kalu.."
Narasumber : (menyela) "Dan kita siap berlaga di bidang ini.."
Saya : …