Langsung ke konten utama

Balada Paimin dan pengantar Pizza

Ini, cuma gambaran betapa kerabat dekat saya yg sekarang gemar sekali mangkal di Resto Pizza ternama di kota Malang. Sebut sajah paimin. Yeah..nama asli akan buat dia merasa malu untuk diungkap kisahnya.

eng ing eng

Day of sabtu, di awal oktober ini. Saat hari itu hari saya "hidup" lagi karena..apa ya? ya karena sangat bahagia. Itu sajah. Malas untuk berbagi soalnya yg pantes bahagia saat itu cuma aye (waduh, panjang). Ya, malam hari yg panjang kami pakai ke resto tersebut. Hehehe...mengingat, apa yang dia suka adalah manusia brondong, sang pelayan yg dia anggap paling cool n tampan saat itu. Weleh, predikat tante genit + gatel yang disandangnya pun sampai tak ketahuan oleh orang lain karena wajah lugunya. Paimin dengan lantah gontai mendekati pintu masuk, dan....deng deng. Matanya hanya bergerak kekanan kiri naik turun berputar , demi untuk mencari sosok anak muda itu. Astaga..ingin rasanya ikutan berlirik-lirik mata. Namun, apa daya. saya berniat untuk mengisi kosongnya isi lambung dan usus. Hmm..selang berapa lama, kami duduk di tempat strategis yang dekat dengan dapur (yg sangat mungkin si pelayan mondar-mandir disitu). well, senangnya bukan main. Mungkin saja dia(paimin gitu) keluar dan sujud syukur cium aspal dijalan karena sang gacoan didepan mata. ck ck ck..paimin. Ingat umur dong.

Setelah memesan segala perangkat makanan, saya beranjak untuk mengambil salad yg sudah disediakan. Tiba-tiba....ugh, begini lah kronologi gelagat paimin. Simak :
Reaksi 1 : Berpura-pura ke kamar mandi untuk berbenah cantik. yeek..
Reaksi 2 : Gugup saat bertemu dengan sang tuan brondong. waktu itu dia antar minuman peasanan kita.
Reaksi 3 : Memelas padaku untuk bertanya alamat email atau URL Friendsternya. Perasaannya mungkin saat itu menggebu hingga kelihatan kekanakkannya. well, what kind of this girl ya..? kok iso2 e kayak gityu.

Dengan meruntuhkan harga diri, aku pun mulai berbicara pada nya, "mas, dibungkus aja pizzanya". hahahaha...itu baru awalnya. kok garing yo?. Paimin pun bersuka cita. Tuan brondong selesai membungkus pizza dan saya pun melanjutkan pembicaraan, "mas, minta bon nya yah..?". ah, tetap saja uda umum ye..? hahaha... Paimin tak tahan untuk berbicara langsung dengannya. Dengan bon yg dibawa, saya pun bertanya lagi, "Bisa pake Master card kan..?" (padahal dlm hati sudah srg. Basa basi g jelas). Tampar aku Nike Ardilla....
. Paimin pun bertanya, "mas mau tanya". Sang Brondong membalas, "iya mbak ?". Paimin mati kutu tak bersuara. Hilang bahan kah...? ah, lempar salad kaw. Dan sang brondong pun beralibi, "Bisa pake Master card maksudnya...?". Duuuor. hahahaha...paimin yg cuma lesu, hanya bisa geleng2 tanda setuju. "eh eh...iya mas, yg itu". Hihihihi...memalukan.

Namun readers, yang lebih parah lagi adalah saat si brondong datang lagi, dia ngebet pengen nanya lebih jelas alamat email sang pujaan. adooh, g puas mulu.

Saya : (sambil tanda tangan di kertas bon), "Tanda tangan nya 1 atau 2 ?". Basa-basi lagi.
Brondong : "Sekali aja mbak".
Saya : "Yang mana nih mas..?" (selalu basa-basi, uda becek nh basa mulu)
Brondong : "Yang ini mbak" (nunjukin kertas)
Saya : "mas, teman saya mau kenalan" (berpura2 ngecek bon.pdhal..cuih.)

Paimin pun gak sadar soalnya gak masuk rencana buat kenalan. hahaha..kena dh loe.
Paimin : "Oia mas..maap tangannya kotor". (kayaknya dia malu deh.heeheh..)
Brondong : "Toyibulo mbak"
Paimin : "Punya email gak..?" (sumpeh ni anak pgn ku jitak2)
Brondong : "Nggak ada mbak"
Paimin : "FS (friendster, red) ada gak..?"
Brondong : "Gada juga mbak". (gila tuh paimin, IP gede tp tetep nyosor aje. uda tau gada email.apalagi FS).
Lalu...secepat kilat membantu kegugupannya, saya pun bertanya basa-basi yg aneh.
saya : "Mas tau si Cadel gak...?"
Brondong : "Nggak mbak.."

bla bla bla..
pokoknya buat nutupin anehnya sang tante paimin yg doyan brondong akhir2 ini.

Oalah pan...mbok yao, yg pasti2 aja. hahahaha... eit, berita terakhir menyebutkan bahwa dia sudah mendapatkan info dari teman2 yuniornya. Waduh..seperti apa kisahnya ya...?
Hmm,,tentu tidak saya lanjut kan. itu kan cerita org. ya gak..?

udah ah... Dagh readers.



ps : dengan langakah berat ke parkiran, paimin cuma blg, "Dia gak tau nama ku dong?!"

Postingan populer dari blog ini

Ciptaan Alloh bernama mentega-margarine-butter-roombutter

Assalamualaikum,
Well, ini postingan dadakan yg mengejutkan. Kebiasaan saya pada roti (apa namanya ya?). Ah, pokoknya setiap saya mencuci mobil ditempat ini, sedikitnya saya makan satu roti kismis yang menurut saya endul. Roti biasa dengan merk "F" (huruf awal yg sebenarnya). Sudah bertahun-tahun lho saya mengkonsumsi kudapan ringan ini. Tak lama setelahnya, pagi ini, beberapa menit setelah saya memulai postingan ini. Dengan mulut penuh roti saya iseng melihat komposisi dari roti ini dan saya mendapati tulisan roomboter (begitu tertulisnya). #Gleeek.
Saya cemas, bingung, panik. Maklum, saya bukan orang yang senang dengan istilah-istilah perkuean begitu. Untung ada komunikator yang bernama hape. Saya hubungi juragan kue, sahabat saya, Bude Xocolatl. Saya bertanya "Roomboter itu rum?" sambil berharap dalam hati seraya berkata, "bukan dong ya. Plis bukan". Lalu Bude itu menjawab, "BUKAN" >> zoom, bold, font extra large. Alhamdulillah. Yaa, b…

Jauh Dekat Rp.500

Apa kamu bahagia dengan hidupmu sekarang? Atau masih banyak yg harus dipenuhi untuk mencapai titik kepuasan dalam hidup? Mungkin merasa berlebih sehingga bisa dibagikan untuk orang lain? Atau bisa jadi rasa cukup dengan segala kekurangan yang ada?
Saya tertarik dengan wacana kecil yg terjadi sehari yg lalu. Saat saya bergulat dengan uang logam dan minyak gosok bersama dengan tetangga super baik hati yg mau menjamah saya dengan keahliannya "mentato". Dia membuka pembicaraan santai itu dengan obrolan ibu pkk, yang seketika saya juga dipaksa berubah jadi ibu beranak 3. "Banyak yang iri dengan saya karena teman-teman saya dari kalangan berada". Saya tersenyum, entah arahnya kemana. "Tapi saya sama sekali gak nyaman dengan omongan mereka yg dikaitkan dengan bahagia dan materi". Saya diam, masih terasa bekas kerokannya, sampai saya hampir nungging. "Kenapa memangnya,bu?" tanya saya. "Saya gak malu,saya suka berteman dengan siapa saja.Tapi tidak un…

Otot Barry Prima

Kemarin sore menjelang malam, mungkin dibilang malam aja biar enak. Saya ditodong sepupu saya untuk diantarkan di salah satu Gedung Olahraga terbesar dikota Malang (bangga, setelah jadi finalis UKS tingkat nasional). Awalnya saya tidak tau ada apakah disana  selain bangunan besar dan parkiran mobil. Embel-embel jemput teman, saya iya saja, polos-ly(baca : secara polos). Oke, saya pun diberitahu kalo ada event olahraga seprovinsi jawa timur. Hmm, tertarik, karena saya salah satu olahragawati cabang sepak orang. Sampainya disana, langsung aja dah masuk ke tempat yang dituju. Dan apa yang terjadi setelahnya adalah, --eng ing eng--, saya terjebak diantara pria-pria sintal dengan otot gatotkaca dan sangkuriang dimana mana. wow, kontes binaraga dan saya ditengah-tengah para binaraga-ularnaga-panjang-bukan-kepalang. Subhanallah, mimpi apa saya semalam. ouw, mimpi berteman dengan kecoak berarti pertanda baik. Oke, masuk, dan menunggu. Sepupu saya (yang badannya juga gak kalah berotot kayak gi…