18 Agt 2015

Assalamualaika, mungil.







Assalamualaikum,

Akhirnya, alhamdulillah. Setelah hampir 10 bulan dalam buaian rahim, si kecil ini lahir dengan selamat. Dengan proses yang panjang, hampir normal, kehabisan tenaga, aksi dramatis melukai suami, dan pada ujungnya keputusan operasi. Alhamdulillah. Sekali lagi Alloh sangatlah baik. Tidak ada yang tidak mungkin olehNya. Setelah sebelumnya sempat khawatir terlalu lama dalam perut, lalu berdebar-debar dalam mengambil keputusan, dan Alloh memberi kesempatan agar bisa merasakan apa itu kontraksi, apa itu mengejan, apa itu rasa sakit akan melahirkan alami. Ya Alloh. Luar biasanya menjalani itu semua. 

Saya rasa inilah keuntungan diciptakan menjadi seorang perempuan. Merasakan secara harfiah anak dari darah dagingnya. Merasakan bagaimana menyentuh anak yang keluar dari rahimnya. Menyusuinya. Dan berbicara serta mendekap dan menciumnya. Jempol jempol semua makhluk hidup.

Inilah. Awal mula kehidupan bersama Uwais Muhibb Muhammad, yang besar harapan kami sesuai namanya, Uwais yang mencintai Muhammad. Agar kelak ia bisa meneladani bagaimana berbaktinya Uwais Al Qorni kepada orang tuanya. Dan mencintai Alloh serta RosulNya dengan cara yang baik.

Mungkin tidaklah mudah, namun tidak dibuat susah. Pelan-pelan dan terus belajar bagaimana membesarkan anak dengan baik. Kalau kata suami saya, Benar belum tentu tepat. Jadi, bagaimana mengkondisikannya, tentu dengan banyak-banyak minta ilmu dari yang sudah berpengalaman.

Semoga.... apapun yang akan didamba tiap orang, akan terwujud tidak lama lagi. :)
Doanya untuk kami ya, pemirsah.



Wassaalam,

9 Jul 2015

Gini-gini aja

Assalamualaikum,


Beberapa bulan yang berat, berat untuk kembali menulis dengan hasrat (pikir penulis berperut bendul ini). Akhirnya, alhamdulillah, walau sedikit saja 'gombal' ibu-ibu rumah tangga, tak mengapa. Asalkan sudah mengetik beberapa hururf yang mungkin tidak ada balasan arti apa-apa untuk pembaca, sudahlah. Saya...... hanya akan menunggu saat-saat kedatangan anak harapan, anak kecintaan, dan anak kesukaan. Semoga rasa maaf dari segala pembaca mengalir ikhlas dari hati yang paling mulia harfiahnya.


Well, inilah, mungkin suatu saat berganti lagi tema dan cerita. Yang dulunya bercerita humaria, dan andai-andai lain sebagainya, mungkin warna kedepannya adalah bagaimana nikmatnya mengurus rumah tangga dengan anggota barunya. Atau sekedar berbagi bagaimana kehidupan amatir seorang perempuan sebagai seorang istri dan (insya Alloh) sebagai Ibu. Aamiin. Apapun itu, semoga dimudahkan segala macam urusan penulis dan pembaca budiman (yang gak budi gak man).


Hanya persembahan sore yang renyah dari kursi meja kerja. :)

Selamat memaksimalkan Romadhon, pemirsah. :D


Wassalam,
Renotxa.