22 Apr 2014

"Kamu ini bagaimana sih?!"

Assalamualaikum,

Ada satu pertanyaan, banyak mungkin. :)
Mengapa seseorang bisa hilang kepercayaan pada orang lain dan kenapa seseorang merasa diperdaya untuk suatu hal yang belum pasti adanya?!
Ruwet ya?! :)

Iya... It was anybody back then. Or it's somebody. Sudah jadi tabiat manusia untuk jadi tipu daya, tidak jujur, dan hal-hal lain yang tidak mampu ia tahan demi 'rasa aman'. I include this part suddenly. Sangat susah merajut hidup dengan kejujuran dan etikat baik untuk dirinya dan orang lain. Ya, saat sebuah amanah meluncur padanya, dikerjakan atau tidak, orang tentu akan melihat sejauh mana akhir dari 'tanggung jawabnya'. Ia sama sekali tidak tahu bagian mana kesulitan saat menjalani banyak hal untuk mewujudkan proses akhirnya. Apapun itu, bagaimanapun itu. Keadaan semata-mata hanya ada pada dominasi si empunya saja. Pasti ndak paham. :))

Begini, saya tidak tahu bagian mana dari tiap orang dalam menghadapi kepercayaan orang karena memandang status saja. Don't ever say that 'i am the only person who just do it right'. Walaupun orang lain melakukan hal yg terbaik yg mereka punya dan hasilnya tidaklah sesuai ekspektasi si peminta tolong. Misalnya. That's is trust saat seseorang secara ikhlas tak mampu dan memampukan orang lain dengan permohonan. Terima saja hasilnya. Terima saja prosesnya dengan membimbingnya. Some of wise people did it wisely.

Percayakan sepenuhnya pada orang lain mengenai suatu sikap, kemampuan, dan menghargai tiap usahanya. Saya jarang melihat pemandangan seperti ini. Tapi... Pasti ada. Pasti ada. :)

Oh ya, juga. Rapikan niat dalam menolong banyak hal di dunia ini yg terlihat. Yakinkan sebuah harapan bahwa tiap kita adalah orang-orang yg amanah tanpa tipu daya. Orang-orang yang menghargai diri sendiri dan orang lain dalam berprasangka dan berbuat.

Marii.
Maaf lahir batin ya.


Wassalam,
Renotxa.

17 Apr 2014

Hal ini dan itu

Assalamualaikum,

Sudah diduga saya bakal memposting sesuatu hari ini di tempat yg bukan rumah saya. Tiba-tiba saya rindu rumah saya. Tanaman apa kabar? Cucian apa kabar? Lampu juga gimana sekarang? =))
Saya berpikir pelan-pelan sambil menghabiskan roti ke 9 saya di jalan tadi. Hihihihi.... Mengapa hidup saya beberapa tahun terakhir sangat berkebalikan jauh dengan beberapa tahun sebelumnya (pertanyaannya, tahun keberapakah hal itu terjadi?!). Nha, bersyukur sekali bisa melakukan segala urusan tanpa tergantung pada siapa-siapa. Padahal, mengurus segala keperluan sendiri itu hal yang menakutkan sebelum saya berumur 17 tahun (pertanyaan selanjutnya, 2 tahun ke depan saya berumur berapa tahun?!). Kemarin saya berkesempatan bisa melakukan perjalanan. Bertemu orang baru, ilmu baru, dan kenyataan baru yang mengubah pola pikir saya tentang suatu hal. Tidak detail, tapi melihatnya dengan rasio terbaik yang saya punya.

Hal menarik pertama, pernah berpikir kenapa ada pohon dalam hutan?! Saya juga gak tahu. Tapi saya berpikir, tidak ada satu alasan pun yang Alloh 'tanam' bila tidak ada suatu tujuan. Oke, bukan suatu, tapi banyak. Mengapa ada sungai yg mengalir di bawahnya?! Bilamana saya berpikir, itu simulasi surga mungkin ya?! :)), Ngaco gpp. Yang penting berusaha berpikir. Terus itu pohon-pohon yg ada buahnya bisa tuh dibuat makan atau sekedar memberi penghasilan. Itu...awesome, kan?! Keren emang yang punya hidup ini.

Hal menarik selanjutnya, ternyata gak semua pabrik pemotongan ayam itu memakai mesin. Mendatangi salah satu pabrik pemotongan ayam di suatu kota, membuka pikiran saya bahwa, masih ada perusahaan yang maish mau melakukan kemanualan dalam lingkaran syar'i. In other case ya. Saya bisa menjamin karena label halal itu tidak sebatas cantuman saja. Tapi sosialisasinya harus wujud nyata. Pemotongan secara manual yg mereka lakukan adalah bentuk tanggung jawab terhadap Alloh, dirinya, dan masyarakat. Bahwa pekerjaan halal dan barokah dilakukan untuk mencari kepuasan batin rohaniah. Ini semacam safety way.

Hal menarik selanjutnya, saya capek juga mau nulis panjang-panjang. Ini semacam telepati kasur yang sudah begitu menggoda. Dan makanan ke dua di hari ini yang semoga saya tidak memulai lagi kebiasaan menunda makan. Jangan ditiru. Blog ini dibuat untuk mengingatkan betapa apapun yg jelek pada penulis tidak ditiru di rumah, di sekolah, di manapun. 

Hyuk.



Wassalam,