1 Sep 2015

Masih seputar Ibu-ibu

Assalamualaikum,

Sedang menikmati peran sebagai Ibu baru bersama Uwais. Alhamdulillah. Sampai saat ini, sudah sebulan hidup bersama si kecil lucu ini. Hal apapun yg membuat kehidupan saya berubah seutuhnya. Ya, anak mungil inilah yg menjadi alasan mengapa saya diajarkankembali untuk bangun tengah malam. Untuk lebih dekat dengan Alloh tentunya. Mengapa saya harus menjaga pola makan saya untuk dia, menjaga untuk makanm akanan yg sehat. Mengapa saya harus menjaga sikap saya karena itu sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya. Iya, saya takut dan khawatir kalau tidak bisa menjadi Ibu yang baik untuknya. Jadi, apapun upaya saya saat ini, bukan hanya menjadi Istri dan seorang pekerja seni bukan artis, tapi tanggung jawab dan kewajiban yang saya dan suami saya pikul semakin bertambah.

Berpikir positif agar Alloh memberikan kami rasa syukur yg teramat tiap kali diberi ujian dan kemudahan, semoga itu berlabel nikmat. Semoga berkah di tiap tindakan.

Btw, ternyata sebulan ini tidak terasa sama sekali. Begadang tiap hari, bingung menerjemahkan tangisan, membersihkan kotoran, memandikan, sampai anak keranjingan gendongan. Masya Alloh. :)
Adakah hal lain yg lebih indah daripada ini?! Saya rasa, 29 tahun hidup saya, hari pernikahan adalah hari paling membahagiakan, namun ternyata bersama Uwais tiap waktu dan mengenalnya tiap hari adalah sesuatu yang nikmat. :))

Salut, untuk tiap perempuan yang saat ini sedang memperjuangkan untuk mendapat keturunan, yang sedang mengandung, yang sedang mengalami persalinan, dan  yang sudah menjadi Ibu. Kalian hebat. 



Wassalam,

18 Agt 2015

Assalamualaika, mungil.







Assalamualaikum,

Akhirnya, alhamdulillah. Setelah hampir 10 bulan dalam buaian rahim, si kecil ini lahir dengan selamat. Dengan proses yang panjang, hampir normal, kehabisan tenaga, aksi dramatis melukai suami, dan pada ujungnya keputusan operasi. Alhamdulillah. Sekali lagi Alloh sangatlah baik. Tidak ada yang tidak mungkin olehNya. Setelah sebelumnya sempat khawatir terlalu lama dalam perut, lalu berdebar-debar dalam mengambil keputusan, dan Alloh memberi kesempatan agar bisa merasakan apa itu kontraksi, apa itu mengejan, apa itu rasa sakit akan melahirkan alami. Ya Alloh. Luar biasanya menjalani itu semua. 

Saya rasa inilah keuntungan diciptakan menjadi seorang perempuan. Merasakan secara harfiah anak dari darah dagingnya. Merasakan bagaimana menyentuh anak yang keluar dari rahimnya. Menyusuinya. Dan berbicara serta mendekap dan menciumnya. Jempol jempol semua makhluk hidup.

Inilah. Awal mula kehidupan bersama Uwais Muhibb Muhammad, yang besar harapan kami sesuai namanya, Uwais yang mencintai Muhammad. Agar kelak ia bisa meneladani bagaimana berbaktinya Uwais Al Qorni kepada orang tuanya. Dan mencintai Alloh serta RosulNya dengan cara yang baik.

Mungkin tidaklah mudah, namun tidak dibuat susah. Pelan-pelan dan terus belajar bagaimana membesarkan anak dengan baik. Kalau kata suami saya, Benar belum tentu tepat. Jadi, bagaimana mengkondisikannya, tentu dengan banyak-banyak minta ilmu dari yang sudah berpengalaman.

Semoga.... apapun yang akan didamba tiap orang, akan terwujud tidak lama lagi. :)
Doanya untuk kami ya, pemirsah.



Wassaalam,