9 Jul 2015

Gini-gini aja

Assalamualaikum,


Beberapa bulan yang berat, berat untuk kembali menulis dengan hasrat (pikir penulis berperut bendul ini). Akhirnya, alhamdulillah, walau sedikit saja 'gombal' ibu-ibu rumah tangga, tak mengapa. Asalkan sudah mengetik beberapa hururf yang mungkin tidak ada balasan arti apa-apa untuk pembaca, sudahlah. Saya...... hanya akan menunggu saat-saat kedatangan anak harapan, anak kecintaan, dan anak kesukaan. Semoga rasa maaf dari segala pembaca mengalir ikhlas dari hati yang paling mulia harfiahnya.


Well, inilah, mungkin suatu saat berganti lagi tema dan cerita. Yang dulunya bercerita humaria, dan andai-andai lain sebagainya, mungkin warna kedepannya adalah bagaimana nikmatnya mengurus rumah tangga dengan anggota barunya. Atau sekedar berbagi bagaimana kehidupan amatir seorang perempuan sebagai seorang istri dan (insya Alloh) sebagai Ibu. Aamiin. Apapun itu, semoga dimudahkan segala macam urusan penulis dan pembaca budiman (yang gak budi gak man).


Hanya persembahan sore yang renyah dari kursi meja kerja. :)

Selamat memaksimalkan Romadhon, pemirsah. :D


Wassalam,
Renotxa.

18 Mar 2015

Bendul

Assalamualaikum,


Terkadang tidak semua hal-hal yang memungkinkan dalam penulisan bisa ditulis. Dulu, pernah terpikir bahwa semua hal bisa ditulis. Semua dilakukan dalam porsi positif. Pedoman saya dalam menulis, Karena sudah harga mati. Kebebasan menulis adalah dengan tidak menebar suatu keburukan sehingga saya dan minimal satu pembaca saja tidak berubah menjadi pribadi yang su'udzon.

Well, sebenarnya bukan itu yg ingin saya tulis kali ini. Tapi, atas saran suami untuk menulis atentang pengalaman kehamilan saya di trimester awal lalu. Alhamdulillah. Alloh benar-benar mengatur segala sesuatu dengan baik. Tentu. Dia benar-benar Maha Bijak, Maha Baik dan hal-hal Mulia lainnya. Namun... Asal muasala dari paragraf pertama sama sekali tidak membuktikan apa-apa. Nyatanya saya tidak bisa menulis layaknya teman-teman hamil lainnya. Saya benar-benar stuck tidak punya pilihan kata-kata yg tepat. 

Kenapa?!

Entahlah, tidak tertemu jawabannya. Karena rasa yang luar biasa menjadi seorang yang akan menjadi Ibu, perasaan campur aduknya yang tidak bisa saya gambarkan dengan tulisan. Walaupun sebenarnya sangat mudah untuk menulis. Saya mual-mual, muntah-muntah, pinggang dan punggung saya sakit. Well itu hanya segelintir kecil dari perubahan fisik seorang wanita yang sedang hamil. Tapi lebih dari itu, rasa akan memupuk cinta dan kenangan akan Mama sangat besar. Bahkan tiap waktu bisa jadi ibrahnya sendiri. Tiap hari selalu menjadi kelas tersendiri. Bayangan akan panggilan "Umma" oleh anak saya kelak insya Alloh memang menjadi suatu impian tersendiri. Tapi, untuk hal yg sangat-sangat penting. Ah... entahlah pemirsa. Apa saya kena insomnia?!

Setidaknya bukan hanya karena 'perasaan hampir sempurna', tapi, lebih karena mengingat jasa Mama, pun Papa.




Wassalam,