26 Jun 2014

Tanahmu, ku

Assalamualaikum,

Kerabat, tetangga, saudara saya, Bayu, 20 tahun, pagi ini, Jumat, 27 Juni 2014, sudah 'memulai' perjalanan ke arah Alloh. Beliau meninggal insya Alloh dengan tenang (aamiin) pagi ini.
Ya Alloh, dunia ini.
Ya Alloh, maut itu.
Apa daya kita untuk menghadang, menolak, atau menghadirkan?! Tak ada yang mampu. Sungguh, mata saya harus terbuka lebar-lebar mengenai bagaimana membawa persiapan ini sedemikian rupa. Siap kehilangan orang-orang yang disayangi. Namun terkadang lupa. Bagaimana persiapan saat seorang diri kita meningglkan banyak hal yg kita sukai. Keluarga, sahabat, ilmu, Guru. Sudah siap?!

Masih berpikirkah bahwa umur kita masih jauh dari maut?!



Wassalam,
 


25 Jun 2014

Bagian "SAH"

Assalamualaikum,

Tentang : bagaimana saya 'sedikit' mengerti dengan perasaan mengenai pernikahan saya. Tentang bagaimana bedanya 'memupuk' perasaan terhadap seseorang dengan hanya memendam perasaan itu sendiri ketika saya belum memiliki seseorang yang belum menjadi halal (cinta monyet misalnya atau cinta-cinta lainnya).

Alhamdulillah, kesempatan untuk 'memiliki' seseorang (karena pada dasarnya saya ataupun dia sesungguhnya milik Alloh semata) diberikan Alloh diwaktu yang sangat tepat. Dimana yang lain masih berimajinasi untuk hidup bersama dan masih merajut perlahan-lahan takdirnya masing-masing. Alloh mewujudkan mimpi saya yang dahulu menurut saya sangat-sangat tidak mungkin. Peta saya perlahan-lahan mulai tergambar jelas. Saya baru memulai bagian dari peta saya yang lain tentang pernikahan. Masya Alloh. 'Nikmat' paling berat adalah saat seseorang dibukakan nikmat perasaan indah terhadap lawan jenis dan ketika pintu halal belum di depannya, yang dirasakan adalah kegelisahan tak terkira. Alhamdulillah. Yang dilalui memang sangat-sangat menguras pikiran dan energi. Semoga tiap-tiap bujang menemukan jalan untuk meminang, dan puan-puan tersegerakan untuk dipinang. 

Yang dahulu hanya dipikirkan sendiri, sekarang berdiskusi kecil nan menyenangkan. Yang dulu bebas berkegiatan tanpa batas, sekarang lebih teratur dalam waktu, dalam tenaga. Yang sudah lama hanya memonotonkan diri dalam kebiasaan, sekarang terasa lebih berwarna dan bervariasi dalam berkehidupan.

Saya tidak memamerkan, hanya secara jujur, semua orang yang menikah insya Alloh merasakan hal yang sama, Semoga tiap waktunya akan tetap lebih baik dan lebih indah dalam menjalankan episodeNya. Walau banyak pandangan tentang pernikahan awalnya dan kesudahannya. Namun, harapan pada Alloh sangat besar terhadap indahnya beribadah melalui jalur halal ini. 

Semoga, tiap-tiap orang tersempat merasakan nikmatnya pernikahan. mendapatkan yang terbaik dari doa dan usahanya. Masih ingat kata seorang kawan, "Bagaimana mungkin kita berharap mempunyai anak yang sholeh dan sholeha kalau perjalanan untuk mendapatkannya saja tidak mencerminkan kesyariatan yang baik?!". 

Semoga Alloh merahmati tiap jalan.

Aamiin.



Wassalam,