10 Sep 2014

Yang begini lagi

Assalamualaikum,

Pada suatu diskusi panjang.
Mengenai....


Biologi.


Suatu pelajaran yang tidak saya sukai semenjak duduk di sekolah menengah pertama. Lalu entah takdir Alloh yang selalu baik yang mengantarkan saya pada seorang Guru Biologi yang merupakan Guru diniyah saya. Ketika suatu pengajaran menjadi suatu yang diluar 'sekedar tahu-menahu'. Bahwa nilai bukanlah tujuan khusus dari pembelajaran. Yang didalamnya terdapat banyak ekspektasi mengenai apa-apa yang tertuju pada Robb. 

Iya, saya malu juga. Saya malah jatuh cinta pada Biologi karena pemikiran Gurunda saya. "Mengetahui bahwa sel-sel pada jari diperintah Alloh untuk membelah diri dan bereaksi dengan sel yang lain agar mneyerupai jari-jari kita yang terpisah saat ini. Bersyukurlah pada Alloh karena tanpa adanya izinNya, kita tak bisa mengerjakan pekerjaan apapun dengan sempurna". Ya, saya malu. Mengapa syukur itu identik dengan rejeki finansial saja. Secara harfiah memang itu tak bisa melepaskan pandangan kita tentang nikmatnya dunia yang bisa kita 'beli' dengan materi. Namun, hal takkecil seperti ini?! Mengapa saya baru sadar sesudah berumur 28 tahun?! Alhamdulillah, setidaknya Alloh masih memberi kesempatan. Alhamdulillah Alloh masih membimbing sampai dipertemukan dengan banyak takdir baik. 

Mengapa harus malu untuk berkeluh kesah pada Alloh?! Bukankah mudah bagiNya untuk menghibur tiap manusia?! Mengapa harus gengsi meminta Alloh hal-hal yang besar padahal Allohlah yang punya segalaNya.?! Kita tidak punya sedikitpun, apa-apa yang ada di dunia ini?! Tubuh ini pun. :)


Selamat belajar,

9 Sep 2014

Duh, Alloh....

Assalamualaikum,





Saat ini, merasa malu pada Alloh karena pelajaran biologi.







Wassalam,
Renotxa.